Dampak Sabung Ayam Terhadap Perilaku Sosial Masyarakat Sekitar

Pada saat ini tidak jarang kita temukan sabung ayam di berbagai daerah, khususnya di daerah desa wajak. Disana masih bisa kita temukan sabung ayam. Dulu di desa tersebut penyelenggaraan sabung ayam sering kali berhubungan dengan ritual hajatan dan keagamaan. Namun seiring dengan berjalannya waktu bahwa kebudayaan memiliki sifat yang selalu berubah, pada proses penerusannya dari satu generasi kepada generasi selanjutnya tidak selamanya sama. Bahwa seterusnya kebudayaan yang lama akan berbeda dengan kebudayaan baru. Pengaruhnya terhadap perilaku masyarakat sangatlah terlihat dan juga itu dapat dilihat dengan adanya berubahnya segi fungsional dari kebudayaan sabung ayam sendiri dimana yang dahulu sabung ayam dijadikan sebagai ritual. Namun pada masa kini sabung ayam sendiri sudah beralih fungsi.

Kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta “budhayah” yang artinya hal-hal yang berkaitan dengan budi dan juga akal. Kita mengetahui bahwa sabung ayam sendiri adalah kebudayaan asli dari negara Indonesia yang telah ratusan tahun bahkan keadaannya selalu diadakaan ketika upacara keagamaan dan juga ritual-ritual suci. Namun pada saat ini, sabung ayam yang pada pertandingannya selalu akan ada yang menang dan juga kalah. Dari hal itu, masyarakat kini menggunakannya sebagai suatu hiburan bahkan perjudian. Seperti di daerah desa wajak, kondisi perjudian yang penyelenggaraannya dibatasi sejumlah persyaratan seperti harus dipatuhi dalam konteks upacara nyatanya belum dapat dilaksanakan semestinya, bahkan keberadaannya menjadi semakin marak di sekitar rumah warga yang memiliki area luas dengan cuma ditutup pagar seng yang melingkar untuk menghindari dari grebekan pihak yang berwajib.

Tetapi pada saat ini keberadaan judi sabung ayam semakin marak bahkan dampak dari sabung ayam terhadap masyarakat sosial sangatlah terasa, ditambah dengan dalam prakteknya pada saat ini, para anggota masyarakat yang turut ikut serta pada perjudian sabung ayam. Di desa wajak itu sendiri sudah mendirikan sebuah orgaisasi, dan juga keuntungan, serta gengsi membuatnya mempunyai backing-an seorang aparat turut membuatnya disegani dan juga sulit terlacak oleh pihak yang berwajib. Selain itu, dampak yang timbul bagi masyarakat sudah jelas yakni mengganggu kestabilan dari masyarakat. Menurut Paul H. Lands, desa tersebut adalah daerah yang didalamnya ditandai dengan keakraban dan juga keramahtamahan dan juga kehidupan masyarakat di bidang pertanian.

Namun pada saat ini keberadaan desa tidak jauh berbeda dengan daerah perkotaan. Di desa wajak yang penduduknya banyak hidup sebagai pengangguran maupun wiraswasta menjadi pemicu utama maraknya sabung ayam. Masyarakat yang tidak bekerja dan juga cenderung menghabiskan waktu luangnya dengan hal-hal yang negatif seperti itu. Serta sabung ayam yang memerlukan banyak ayam. Dimana pada laga besar dan juga sejumlah ronde yang digelar pemain dapat menghabiskan puluhan ayam laga yang harganya tidak murah. Dan juga sudah dapat ditebak dampak negatifnya.  Kondisi masyarakat yang banyak menganggur dan juga hobi bersabung ayam dan juga membutuhkan banyak uang. Mau tidak mau, banyak sekali anggota masyarakat yang melakukan tindakan kriminal seperti merampok mencuri, dan juga sebagainya.

Seperti yang terjadi pada setahun yang lalu di desa wajak itu sendiri. Bahwa dalam sebulan tindakan kriminal pencurian yang terjadi ada 6 kali dan juga sesusah pelakunya berhasil ditangkap dan juga dimintai keterangan, ternyata faktor utama yang mempengaruhi aksi tersebut ialah untuk kepentingan judi sabung ayam.

Sudah jelas jika disamping sabung ayam juga mempunyai dampak positif untuk melestarikan budaya leluhur, Sabung ayam kini lebih banyak menimbulkan dampak negatif seperti yang sudah dipaparkan di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *